LUWUK SELATAN — Tawa pecah di halaman SMP Negeri Mirqan. Di bawah terik matahari, sejumlah siswa dan guru tampak berusaha menghabiskan kerupuk yang bergelantungan di tali. Ada yang bergerak cepat, ada pula yang justru kesulitan menggigit kerupuk yang terus bergoyang. Sorak-sorai penonton pun tak terbendung.
Pemandangan tersebut mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Negeri Mirqan. Keluarga besar sekolah menggelar berbagai lomba Agustusan yang berlangsung meriah dan penuh keakraban. Menariknya, perlombaan tidak hanya diikuti para siswa, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan.
Sejak pagi, suasana sekolah sudah berbeda. Nuansa merah putih mendominasi penampilan warga sekolah. Para siswa dan guru tampil dengan kostum bernuansa merah putih, menambah semarak perayaan kemerdekaan.
Antusiasme pun terlihat sejak kegiatan dimulai. Peserta lomba tampak bersemangat mengikuti setiap pertandingan yang telah disiapkan. Teriknya cuaca tidak menjadi alasan untuk mengendurkan semangat.
Lomba makan kerupuk menjadi salah satu perlombaan yang paling mengundang perhatian. Kerupuk yang digantung menggunakan tali menjadi sasaran para peserta. Mereka harus menghabiskan kerupuk tanpa bantuan tangan.
Alih-alih berlangsung tenang, perlombaan justru menghadirkan aksi-aksi lucu yang membuat penonton tertawa. Kerupuk yang terus bergerak membuat peserta harus mencari posisi yang tepat untuk dapat menggigitnya.
Sorakan penonton semakin keras ketika peserta mulai mendekati garis akhir. Sesekali terdengar tawa pecah melihat peserta yang kesulitan menghabiskan kerupuk.
Keseruan serupa juga hadir dalam lomba gigit sendok menggunakan kelereng. Peserta ditantang menjaga kelereng agar tetap berada di atas sendok sambil bergerak menuju garis yang telah ditentukan. Konsentrasi dan keseimbangan menjadi kunci untuk memenangkan perlombaan.
Bagi para siswa, lomba-lomba tersebut bukan sekadar hiburan. Di balik riuhnya suasana, terdapat pembelajaran tentang sportivitas, keberanian, kedisiplinan, dan kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan.
Setelah lomba-lomba yang digelar di luar ruangan, keseruan berlanjut di dalam Laboratorium Komputer SMP Negeri Mirqan. Kali ini, peserta mengikuti lomba sambung lirik dengan memanfaatkan smartboard sebagai media pendukung.
Dalam lomba tersebut, peserta ditantang untuk melanjutkan dan menyanyikan lagu-lagu nasional secara bergantian. Lagu yang dimainkan melalui smartboard menjadi panduan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan mengingat lirik sekaligus keberanian bernyanyi di hadapan peserta lainnya.
Suasana kembali riuh ketika peserta harus meneruskan lirik lagu secara bergantian. Dukungan dan sorakan dari penonton membuat perlombaan berlangsung semakin seru. Pemanfaatan smartboard dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa teknologi yang tersedia di sekolah dapat dipadukan secara kreatif dalam berbagai aktivitas, termasuk kegiatan peringatan hari besar nasional.
Kepala SMP Negeri Mirqan menyampaikan bahwa kegiatan lomba Agustusan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat kebersamaan, serta menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan.
Keterlibatan guru dan tenaga kependidikan bersama siswa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Batas antara guru dan siswa seolah mencair ketika seluruh warga sekolah bersama-sama mengikuti perlombaan, memberikan dukungan, dan menikmati suasana perayaan kemerdekaan.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, para peserta yang berhasil meraih juara mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat mereka.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh keceriaan tersebut, keluarga besar SMP Negeri Mirqan menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat nasionalisme di lingkungan sekolah.
Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perlombaan. Bagi keluarga besar SMP Negeri Mirqan, merah putih menjadi simbol bahwa kebersamaan seluruh warga sekolah merupakan kekuatan untuk terus tumbuh dan bergerak bersama dalam membangun pendidikan yang lebih baik.