LUWUK SELATAN, 29 Juli 2026 – SMP Negeri Mirqan menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital bagi seluruh peserta didik pada Rabu (29/7/2026) sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan internet secara aman, sehat, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan sekolah terhadap kebijakan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya intensitas penggunaan internet oleh anak-anak, pemahaman mengenai keamanan digital menjadi bekal penting yang harus dimiliki sejak dini. 
Kegiatan dipandu langsung oleh Moh. Fikri Bungel, fasilitator Pandu Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang juga merupakan guru di SMP Negeri Mirqan. Dalam pemaparannya, ia mengajak siswa memahami bahwa internet merupakan sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijaksana, namun juga menyimpan berbagai risiko yang perlu diwaspadai.
Para siswa diperkenalkan pada berbagai ancaman nyata yang banyak ditemukan di ruang digital, seperti perundungan siber (cyberbullying), penyebaran konten pornografi, penipuan daring (online scam), hingga dampak negatif kecanduan gawai terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi agar tidak menjadi sasaran penyalahgunaan maupun eksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui sosialisasi PP Tunas, peserta didik juga memperoleh penjelasan mengenai alasan pemerintah menetapkan berbagai kebijakan perlindungan anak di ruang digital, termasuk pembatasan atau penundaan akses terhadap platform digital yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi kreativitas anak, melainkan sebagai langkah preventif agar mereka dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan digital yang lebih aman.
Moh. Fikri Bungel menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun karakter dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya. Menurutnya, siswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menjaga etika berkomunikasi, serta mampu mengenali berbagai bentuk ancaman digital yang semakin berkembang.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri Mirqan berharap seluruh peserta didik semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, mampu melindungi diri dari paparan konten berbahaya, serta memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Sekolah juga berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program edukatif yang mendukung terciptanya budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi seluruh warga sekolah.
Kegiatan literasi digital ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SMP Negeri Mirqan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan etika di ruang digital. Dengan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, guru, dan peserta didik, diharapkan ekosistem digital yang ramah anak dapat terwujud sehingga setiap anak Indonesia dapat belajar, berkreasi, dan berkembang secara optimal di era digital.