Senin, 02 Nov 2026
  • Selamat Datang di Website Resmi SMP Negeri Mirqan. Website masih dalam tahap Pengembangan

Dari Ruang Kombel Mirqan, Guru Belajar Membuat Musik untuk Menghidupkan Pembelajaran

LUWUK SELATAN — Siang itu, ruang belajar guru di SMP Negeri Mirqan terdengar lebih riuh dari biasanya. Bukan karena rapat, bukan pula karena diskusi administrasi pembelajaran. Para guru justru sedang sibuk membuat lagu.

Suasana tersebut hadir dalam kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) SMP Negeri Mirqan yang secara rutin dilaksanakan setiap pekan. Pada pertemuan kali ini, giliran Agung Prabowo Saroinsong, atau yang akrab disapa Mas Bowo, menjadi narasumber dengan materi “Penerapan SUNO AI dalam Pembelajaran.”

Materi tersebut langsung mendapat sambutan antusias dari para guru. Bagi mereka, penggunaan musik dalam pembelajaran membuka sebuah strategi baru untuk membuat materi yang selama ini dianggap sulit atau penuh hafalan menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat.

Bayangkan saja, materi tentang organ-organ pencernaan manusia beserta fungsinya tidak selalu harus disampaikan melalui buku teks atau paparan di depan kelas. Materi itu bisa diubah menjadi sebuah lagu. Ketika konsep pembelajaran dirangkai menjadi lirik dan dinyanyikan, murid memiliki pengalaman belajar yang berbeda—lebih dekat, lebih menyenangkan, dan berpeluang lebih mudah melekat dalam ingatan.

Di situlah SUNO AI diperkenalkan kepada para guru. Teknologi kecerdasan artifisial tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu alat bantu untuk menghasilkan musik berdasarkan ide dan materi yang ingin disampaikan guru.

Namun, Kombel kali ini tidak berhenti pada pemaparan materi.

Mas Bowo menantang setiap guru untuk membuat satu lagu yang berkaitan dengan mata pelajaran masing-masing. Tantangan sederhana itu sontak membuat suasana semakin hidup. Para guru mulai memikirkan materi apa yang akan diubah menjadi lagu, menyusun ide, kemudian mencoba menuangkannya ke dalam karya musik.

Ada yang mungkin awalnya merasa canggung. Ada pula yang barangkali tidak pernah membayangkan dirinya membuat lagu untuk pembelajaran. Tetapi justru di situlah menariknya kegiatan Kombel Mirqan: guru tidak hanya duduk mendengarkan, melainkan ikut mencoba, bereksperimen, dan menghasilkan sesuatu.

Satu jam pun terasa begitu singkat.

Tanpa terasa, waktu Kombel telah berakhir. Para guru tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru tentang pemanfaatan SUNO AI, tetapi juga sebuah gagasan bahwa pembelajaran dapat dikemas melalui banyak cara—termasuk melalui musik dan teknologi.

Bagi SMP Negeri Mirqan yang sejak awal mengembangkan semangat sekolah berbasis digital, pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dari perjalanan membangun budaya belajar guru. Teknologi tidak ditempatkan sekadar sebagai sesuatu yang sedang populer, tetapi dicoba untuk menjawab kebutuhan nyata di ruang kelas.

Dan di balik kegiatan tersebut, ada sosok Mas Bowo yang memang tidak asing dengan dunia musik.

Sebagai guru seni musik SMP Negeri Mirqan, Agung Prabowo Saroinsong memiliki musikalitas yang kuat dan kemampuan memainkan beberapa alat musik. Pengalaman bermusik yang dimilikinya menjadi modal penting ketika ia berbagi praktik kepada rekan-rekan guru.

Ia pun belum ingin berhenti sampai di sini.

Mas Bowo berjanji akan kembali membawa materi musik yang lebih menarik pada pertemuan Kombel berikutnya.

Mungkin, pekan depan, ruang Kombel Mirqan akan kembali dipenuhi suara-suara baru. Bukan sekadar suara guru yang sedang belajar, tetapi suara para pendidik yang sedang menemukan cara-cara baru untuk membuat murid mereka belajar dengan lebih menyenangkan.

Sebab guru yang terus belajar akan selalu memiliki cara baru untuk membuat muridnya terus bertumbuh.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR