LUWUK SELATAN — Menjadi guru bukan sekadar menjalankan tugas mengajar. Di tengah perubahan dunia pendidikan dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan diri agar dapat menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna bagi peserta didik. Semangat itulah yang terus ditunjukkan Asrianto B. Laimu, S.Pd., guru yang akrab disapa Pak Asri, sejak bergabung di SMP Negeri Mirqan.
Bagi Pak Asri, menjadi guru bukan berarti berhenti belajar setelah menguasai materi dan metode pembelajaran. Sebaliknya, profesi guru justru menuntut kemauan untuk terus mencoba hal-hal baru. “Saya juga harus terus belajar,” menjadi prinsip yang tercermin dalam perjalanan Pak Asri mengembangkan kompetensinya sebagai pendidik.
Semangat tersebut kembali terlihat pada Kamis, 17 September 2026, dalam kegiatan Komunitas Belajar SMP Negeri Mirqan. Pada kegiatan tersebut, Pak Asri tampil di hadapan rekan-rekan guru untuk berbagi praktik baik mengenai pemanfaatan Gemini Notebook sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Apa yang dibagikannya bukan sekadar pengetahuan yang diperoleh dari membaca atau mengikuti tutorial. Materi tersebut lahir dari proses belajar dan praktik yang ia jalani sendiri. Mulai dari mempelajari teknologi baru, mencoba berbagai fitur, menemukan kendala, melakukan perbaikan, hingga menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran.
Dalam proses tersebut, Pak Asri mulai mengembangkan berbagai media dan aktivitas pembelajaran berbasis teknologi. Ia memanfaatkan Gemini Notebook, Gemini Canvas, dan Gemini Gems untuk mendukung pengembangan bahan pembelajaran. Ia juga mencoba membuat Media Pembelajaran Interaktif (MPI) sederhana, mengembangkan komik PJOK menggunakan ChatGPT, menyusun salindia presentasi PJOK melalui Gamma, membuat kuis menggunakan Zep Quiz, serta memanfaatkan Wayground dalam kegiatan pembelajaran.
Bagi Pak Asri, berbagai teknologi tersebut bukan sekadar perangkat atau aplikasi baru. Teknologi menjadi sarana untuk mendekatkan pembelajaran dengan dunia peserta didik yang semakin akrab dengan lingkungan digital. Melalui kegiatan berbagi praktik baik di komunitas belajar, pengalaman yang awalnya menjadi proses belajar pribadi kemudian berkembang menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh rekan-rekan guru. 
Kisah Pak Asri menunjukkan bahwa pertumbuhan seorang guru tidak selalu dimulai dari kemampuan menguasai teknologi secara sempurna. Pertumbuhan dapat dimulai dari keberanian untuk mencoba. Belajar. Mencoba. Mengalami kegagalan. Memperbaiki. Mencoba kembali. Kemudian berbagi. Proses tersebut menjadi bagian penting dari budaya belajar yang sedang dibangun di SMP Negeri Mirqan.
Di sekolah yang mengembangkan konsep smart school berbasis digital tersebut, teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Teknologi diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, relevan, dan bermakna bagi peserta didik. Pak Asri memperlihatkan bahwa guru yang terus bertumbuh adalah guru yang menyadari bahwa proses belajar tidak pernah selesai. Hari ini belajar, besok mencoba, dan lusa berbagi. Sebab, ketika guru bertumbuh, pembelajaran pun ikut bertumbuh. Dan ketika guru bersedia terus belajar, semakin banyak kesempatan yang dapat diberikan kepada peserta didik untuk mengalami pembelajaran dengan cara yang lebih bermakna.